20 Dayah di Bireuen Ikuti Pelatihan Digitalisasi Manajemen

Oplus_131072

 

BIREUEN — Sebanyak 20 dayah di Kabupaten Bireuen mengikuti Pelatihan Digitalisasi Manajemen Dayah Tahun Anggaran 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah.

Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Syariat Islam (Gedung LPTQ) Bireuen, Rabu (26/8/2026), dan dibuka oleh Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, S.H., M.M., yang mewakili Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T.

Masing-masing dayah mengirimkan satu perwakilan untuk mengikuti pelatihan yang berfokus pada peningkatan kemampuan pengelolaan administrasi dan manajemen dayah berbasis digital.

Dalam sambutan tertulis Bupati Bireuen yang dibacakan Mulyadi, disebutkan bahwa digitalisasi manajemen merupakan langkah taktis dan nyata untuk memperluas transformasi digital secara merata hingga ke lingkungan dayah.

“Ini adalah ikhtiar nyata agar semangat digitalisasi tidak hanya berhenti di tingkat dinas, tetapi juga mengalir dan diterapkan langsung di setiap dayah yang ada di Kabupaten Bireuen,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para pengurus dayah dalam mengelola administrasi secara elektronik.

“Kita ingin manajemen dayah ke depan berjalan dengan lebih efisien, transparan, cepat, dan akuntabel,” katanya.

Selain mendukung tertib administrasi, keandalan data digital dayah juga dinilai menjadi fondasi penting dalam perumusan kebijakan pemerintah daerah.

Dengan database dayah yang terintegrasi dan berbasis data riil, berbagai kebijakan dapat disusun secara lebih tepat sasaran, mulai dari bantuan sarana dan prasarana, beasiswa bagi santri berprestasi dari keluarga kurang mampu, insentif guru, hingga mendukung proses akreditasi dayah oleh Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA).

“Data yang valid dan terintegrasi akan menjadi dasar penting dalam menentukan berbagai program dan kebijakan agar dapat berjalan secara akurat dan berkeadilan,” lanjutnya.

Mulyadi juga meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Ia berharap peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengelolaan administrasi dayah masing-masing.

“Manfaatkan kesempatan yang berharga ini untuk berdiskusi, belajar, dan mempraktikkan langsung ilmu-ilmu digitalisasi manajemen yang diajarkan oleh para instruktur,” pesannya.

Pelatihan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, dengan sejumlah materi dan sesi kegiatan, di antaranya pengelolaan perpustakaan, digitalisasi administrasi, serta praktik penggunaan aplikasi. Para peserta diwajibkan membawa laptop untuk mendukung praktik langsung selama pelatihan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap pengelolaan manajemen dayah semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu mewujudkan tata kelola administrasi yang lebih efektif, transparan, akurat, dan akuntabel.

Pantauan Wartawan, Pelatihan Digitalisasi Manajemen Dayah Yang diikuti 20 Peserta Berjalan Lancar Dan Sukses.  (Aws)

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait