Gelar Turnamen Mobile Legends,Gure Coffe dan Telkomsel Dorong E-Sports Jadi Ruang Positif Anak Muda

Pembagian hadiah oleh Ketua Harian Koni Bireuen, Murdani. Foto: Oji KTB

BIREUEN – Sebanyak 27 tim mengikuti Turnamen Mobile Legends ke-8 yang digelar di Guree Coffee, Cot Gapu, Bireuen, pada 21–22 Agustus 2026. Peserta datang dari sejumlah daerah, mulai dari Bireuen, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara hingga Takengon.

Turnamen tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bagi komunitas game. Pemilik Guree Coffee, Deni, mengatakan kegiatan itu dirancang sebagai ruang bagi anak muda untuk menyalurkan minat dan kemampuan melalui kegiatan yang terarah.

Menurut dia, kompetisi e-sports dapat menjadi salah satu pilihan kegiatan positif bagi generasi muda sekaligus mempertemukan para pemain dalam suasana yang sehat dan kompetitif.

“Tujuan kita juga mendukung kamtibmas di Bireuen. Anak-anak muda kita arahkan ke kegiatan positif dan terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan, seperti judi online, balap liar dan sebagainya,” kata Deni di sela turnamen.

Gure Mobile Legends Championship ke-8 ini digelar melalui kerja sama dengan Telkomsel Bireuen sebagai sponsor tunggal. Deni mengapresiasi dukungan tersebut karena membantu menjaga keberlanjutan kompetisi bagi komunitas Mobile Legends di Bireuen.

Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan sehingga pemain lokal memiliki ruang untuk berkompetisi dan mengembangkan kemampuan.

Bagi Deni, turnamen tingkat komunitas bukan sekadar tempat bermain. Kompetisi semacam itu dapat menjadi langkah awal bagi pemain untuk meniti karier di dunia e-sports profesional.

“Hari ini kalian bermain di sini. Suatu saat bisa saja kalian dipanggil menjadi pro player dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Ia mengatakan turnamen Mobile Legends yang sebelumnya digelar Guree Coffee telah memberikan kesempatan kepada pemain lokal untuk berkembang. Salah seorang pemain dari kegiatan sebelumnya bahkan disebut telah mendapat kesempatan tampil di Mobile Legends Development League (MDL).

Capaian tersebut, kata Deni, semestinya menjadi motivasi bagi peserta lainnya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

“Mudah-mudahan kalian juga mendapat kesempatan tampil di event nasional maupun internasional,” katanya.

Selain kemampuan bermain, Deni mengingatkan peserta menjaga sportivitas selama pertandingan. Menurut dia, persaingan dalam gim tidak boleh berujung pada konflik antarpemain.

“Sportivitas tetap kita jaga. Jangan sampai ada kata-kata yang tidak menyenangkan terhadap sesama pemain,” ujarnya.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari itu menjadi salah satu ruang pertemuan komunitas e-sports di Bireuen. Di tengah meningkatnya minat anak muda terhadap game kompetitif. Hadiah diserahkan langsung oleh Ketua Harian KONI Bireuen, Drs, Murdani dan Pimpinan Telkomsel Bireuen, Muhammad Fadli Syahiti.

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait