Aceh Utara – Yayasan Cahaya Aceh membangun rumah bagi Nek Bahren (73), seorang penyintas banjir yang terdampak bencana di Desa Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara. Hingga hari ke-15 pelaksanaan pembangunan, progres rumah tersebut terus menunjukkan perkembangan yang positif.
Direktur Yayasan Cahaya Aceh mengatakan pembangunan rumah dimulai sejak 6 Juni 2026 lalu, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga lanjut usia tersebut, yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
“Alhamdulillah, proses pembangunan rumah Nek Bahren terus berjalan. Hari ini memasuki hari ke-15 sejak dimulai pada 6 Juni 2026. Insya Allah pembangunan akan terus berlanjut hingga selesai. Semoga seluruh proses diberikan keberkahan dan kemudahan,” ujarnya.
Sebut Azwir, Nek Bahren merupakan salah satu warga lanjut usia yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir yang melanda wilayah Aceh Utara. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan bantuan untuk kembali memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman.
Pembangunan rumah ini merupakan bagian dari program kemanusiaan Yayasan Cahaya Aceh yang berfokus pada pemulihan pascabencana dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain menyediakan tempat tinggal yang layak, program ini juga diharapkan dapat mengembalikan semangat hidup para penyintas agar dapat menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
“ Pembangunan rumah Nek Bahren ditargetkan dapat selesai dalam waktu dekat sehingga ia dapat segera menempati rumah barunya dan menjalani kehidupan dengan lebih tenang, harap Direktur Yayasan Cahaya Aceh tersebut. (gurdhum)





