Hasil Bumi kembali Naik Tahta Global, 9.178 Ton CPO Aceh ke India

Zonamedia. Co|ceh Utara – Komoditas unggulan Aceh kembali menembus pasar internasional melalui Pelabuhan Krueng Geukueh. Sebanyak 9.178,339 metrik ton Crude Palm Oil (CPO) diberangkatkan menuju Pelabuhan Kakinada, India, menggunakan kapal tanker PHILIPPA GLADYS pada Senin (01/06/2026).

Pengiriman CPO tersebut dilaksanakan melalui Dermaga Multipurpose Pelabuhan Krueng Geukueh dengan PT Agro Murni sebagai pengirim barang. Sebelum kegiatan pemuatan berlangsung, seluruh tahapan operasional mulai dari pemeriksaan keselamatan, inspeksi tangki, hingga verifikasi administrasi dan dokumen kepelabuhanan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapal PHILIPPA GLADYS tiba di perairan Lhokseumawe pada 27 Mei 2026 dan selanjutnya menjalani serangkaian proses pelayanan kapal hingga memperoleh izin untuk sandar dan melakukan kegiatan muat. Seluruh rangkaian pekerjaan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar berkat koordinasi yang baik antara seluruh pihak yang terlibat.

Kegiatan ini menjadi ekspor CPO kedua yang dilayani melalui Pelabuhan Krueng Geukueh sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, pada Februari 2026, pelabuhan tersebut juga telah melayani pengiriman sebanyak 11.490 metrik ton CPO. Dengan tambahan ekspor terbaru ini, total volume CPO yang telah diberangkatkan melalui Pelabuhan Krueng Geukueh selama tahun 2026 mencapai 20.668,339 metrik ton.

Site Manager PT AMB, Tarmizi, menilai keberhasilan ekspor tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam rantai pasok industri sawit Aceh, mulai dari petani, pelaku usaha, hingga penyedia jasa logistik dan kepelabuhanan.

Produk yang dikirim ke India ini merupakan representasi kualitas sawit Aceh yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Di balik keberhasilan ekspor ini terdapat kerja keras para petani yang menjaga produktivitas kebun, serta kontribusi para peneliti dan akademisi yang terus mendorong peningkatan mutu komoditas sawit. Kami berharap capaian ini dapat memberikan motivasi bagi seluruh pelaku sektor perkebunan untuk terus menghasilkan produk terbaik. Lebih dari sekadar aktivitas perdagangan, ekspor ini menjadi kebanggaan karena hasil bumi Aceh mampu bersaing dan diterima di pasar internasional, ujar Tarmizi.

Menurutnya, keberlanjutan ekspor komoditas sawit menjadi peluang penting dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan.

Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 1 Lhokseumawe, Aulia Rahman, mengatakan bahwa keberhasilan pengapalan tersebut mencerminkan kesiapan infrastruktur serta kualitas layanan kepelabuhanan dalam mendukung kegiatan perdagangan global.

Pelindo Regional 1 Lhokseumawe terus berupaya menghadirkan pelayanan yang andal, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Kelancaran kegiatan ekspor ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Krueng Geukueh memiliki kemampuan untuk mendukung distribusi komoditas unggulan Aceh ke berbagai negara tujuan. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha di berbagai sektor untuk memanfaatkan fasilitas pelabuhan sebagai sarana memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk daerah di tingkat internasional, kata Aulia.

Ia menambahkan bahwa penguatan sektor logistik dan kepelabuhanan merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh yang berkelanjutan, khususnya melalui peningkatan aktivitas ekspor dan perdagangan luar negeri.

Di sisi lain, Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe melalui DanPos KPLP Zulmahdi menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah kerja Pelabuhan Krueng Geukueh.

KSOP bersama KPLP senantiasa memastikan seluruh aktivitas pelayaran dan kepelabuhanan berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Baik kapal domestik maupun internasional yang beroperasi di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh akan memperoleh pelayanan sesuai fungsi dan kewenangan yang diamanatkan kepada KSOP dan KPLP. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan pelayaran yang aman, tertib, dan mendukung kelancaran arus logistik,ujarnya.

Keberhasilan pengapalan CPO menuju India tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antara operator pelabuhan, instansi pemerintah, pengguna jasa, dan seluruh pemangku kepentingan. Selain memperkuat posisi Pelabuhan Krueng Geukueh sebagai salah satu simpul logistik strategis di Aceh, kegiatan ekspor ini juga menjadi bukti bahwa produk-produk unggulan daerah memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan bersaing di pasar global.

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait