Pawai malam takbiran selalu menjadi momen yang dinantikan oleh mayoritas masyarakat Aceh, terutama di Banda Aceh. Suasana kota dipenuhi gema takbir, kendaraan hias, dan antusias masyarakat yang turun ke jalan untuk menyaksikan kemeriahan tersebut.
Tradisi ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga bentuk syiar Islam yang sudah melekat di tengah masyarakat.
Namun dibalik meriahnya pawai malam takbiran, masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Sampah plastik, botol minuman, dan bungkus makanan masih sering dibuang sembarangan di sepanjang jalan tempat berlangsungnya pawai. Akibatnya, setelah acara selesai, petugas kebersihan harus langsung turun ke lapangan untuk membersihkan sampah yang berserakan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga kebersihan masih perlu ditingkatkan.
Kemeriahan malam takbiran seharusnya tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momen untuk menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan kota. Dengan menjaga lingkungan tetap bersih, masyarakat juga ikut menjaga kenyamanan dan keindahan Banda Aceh.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya saat menghadiri kegiatan besar seperti pawai malam takbiran. Dengan begitu, suasana perayaan tetap meriah tanpa meninggalkan masalah kebersihan bagi kota dan petugas yang bekerja setelah acara berlangsung.





