Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh Bekali Dai Muda Lhokseumawe Strategi Dakwah di Era Digital

Oplus_131074

Lhokseumawe – Dosen Ilmu Komunikasi dari Universitas Malikussaleh, Muchlis, S.Pd.I., M.Sos., membekali para dai muda di Kota Lhokseumawe dengan materi strategi komunikasi dakwah melalui ruang digital dalam pelatihan yang digelar Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe.

Materi tersebut disampaikan dalam kegiatan yang diikuti 100 peserta pelatihan bertema “Peran Dai dalam Pemanfaatan Media Transformasi Digital” yang berlangsung selama empat hari, sejak 19 hingga 22 Mei 2025 di Wisma Kuta Karang Lama, Kota Lhokseumawe.

Dalam sesi materinya, Muchlis menekankan bahwa dakwah di era perkembangan teknologi informasi tidak lagi cukup dilakukan secara konvensional, tetapi juga harus mampu hadir di ruang digital guna menjangkau masyarakat lebih luas.

“Ruang dakwah di masa sekarang tidak hanya bersifat konvensional semata, akan tetapi juga melalui ruang digital dalam memberikan pelayanan edukasi dan informasi tentang nilai-nilai keislaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, strategi komunikasi dakwah digital harus memperhatikan segmentasi audiens, pola interaksi, keterjangkauan pesan, serta waktu penyampaian agar pesan-pesan keislaman dapat diterima secara efektif, khususnya oleh generasi muda yang aktif di media sosial.

Selain Muchlis, pelatihan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr. H. Damanhur, Lc., M.A.  serta Dr. Rizqi Wahyudi, S.Sos., M.Kom.

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe, Sufri, S.Ag., M.M., pad acara penutupan kegiatan dimaksud, mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan hingga selesai. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung aktivitas dakwah di tengah masyarakat.

“Kami ingin penerapan syari’at Islam menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk para dai yang dapat berkolaborasi dalam mendukung penerapan syari’at Islam di Kota Lhokseumawe,” katanya.

Menurut Sufri, pelatihan tersebut harus melahirkan implementasi nyata di lapangan, sehingga para dai muda mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan dakwah di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Kabid Bina Peribadatan dan Urusan Haji, Tgk. Badiuzzaman, turut menambahkan bahwa kegiatan itu menjadi momentum membentuk dai muda potensial yang mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah.

“Kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi para da’i muda dalam memanfaatkan ruang media digital dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada masyarakat,” ujarnya. (*)

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait