Dari Papan Bunga Menjadi Pohon Kehidupan: Cara Polres Lhokseumawe Merayakan Hari Bhayangkara Ke 80

Lhokseumawe– Deretan papan bunga yang biasanya menghiasi halaman kantor kepolisian saat Hari Bhayangkara tahun ini nyaris tak terlihat di Mapolres Lhokseumawe. Sebagai gantinya, ratusan bibit pohon berjajar rapi di halaman depan hingga area dalam markas kepolisian tersebut.

Ada bibit mangga, alpukat, durian, mahoni, hingga ketapang kencana. Masing-masing dilengkapi papan kecil bertuliskan ucapan “Selamat Hari Bhayangkara ke-80” beserta nama instansi atau mitra yang mengirimkannya.

Pemandangan tersebut menjadi wajah baru peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Lhokseumawe. Sebuah tradisi yang selama ini identik dengan kemeriahan papan bunga kini bertransformasi menjadi gerakan penghijauan yang membawa manfaat lebih panjang bagi lingkungan.

Melalui inovasi bertajuk Go Green, Polres Lhokseumawe mengajak seluruh instansi pemerintah, mitra kerja, dunia usaha, hingga masyarakat untuk mengganti ucapan selamat dalam bentuk papan bunga dengan bibit pohon produktif maupun pohon pelindung. Langkah sederhana itu ternyata menyimpan pesan besar, bahwa sebuah perayaan tidak harus meninggalkan limbah, tetapi dapat meninggalkan kehidupan.

Bagi Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H.,, perubahan ini bukan sekadar mengganti bentuk ucapan, melainkan mengubah cara memaknai sebuah penghargaan.

“Di usia Bhayangkara yang ke-80 ini, kami ingin setiap ucapan selamat dan apresiasi dari para mitra kerja bertransformasi menjadi sesuatu yang hidup, tumbuh, dan bermanfaat bagi alam maupun masyarakat. Pohon akan menghasilkan oksigen, menyerap karbon, membantu mencegah erosi tanah, serta beberapa di antaranya dapat memberikan hasil yang dapat dinikmati masyarakat. Inilah makna pengabdian yang ingin kami wariskan, yaitu memberikan manfaat yang terus berkelanjutan,” ujarnya.

Gagasan tersebut lahir dari kepedulian terhadap lingkungan. Selama ini, papan bunga yang menghiasi berbagai acara seremonial hanya bertahan beberapa hari sebelum akhirnya menjadi tumpukan sampah. Material seperti plastik, styrofoam, hingga rangka besi sering kali sulit dimanfaatkan kembali dan berpotensi mencemari lingkungan.

Sebaliknya, bibit pohon menawarkan manfaat yang jauh lebih besar. Tidak hanya mempercantik lingkungan, pohon juga menjadi sumber oksigen, menyerap emisi karbon, menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah erosi, bahkan menghasilkan buah yang dapat dinikmati masyarakat.

Hingga peringatan Hari Bhayangkara ke-80, ratusan bibit pohon telah diterima panitia. Bibit-bibit tersebut bukan sekadar pajangan seremonial. Setelah rangkaian kegiatan selesai, seluruh pohon akan didistribusikan secara bertahap ke berbagai lokasi, mulai dari Polsek jajaran Polres Lhokseumawe, sekolah, instansi pemerintah, hingga kawasan yang membutuhkan penghijauan.

Proses penanaman nantinya juga tidak dilakukan sendiri oleh kepolisian. Unsur Muspika, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta komunitas pemuda akan dilibatkan dalam kegiatan penanaman massal sebagai bentuk kolaborasi menjaga kelestarian lingkungan.

Inovasi ini pun mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai langkah Polres Lhokseumawe berhasil mengubah tradisi seremonial menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, gerakan sederhana seperti mengganti papan bunga dengan bibit pohon menjadi simbol bahwa setiap institusi dapat memulai perubahan dari hal-hal kecil. Sebuah ucapan selamat tidak lagi berhenti sebagai simbol penghormatan sesaat, tetapi tumbuh menjadi warisan hijau yang manfaatnya dapat dirasakan bertahun-tahun kemudian.

Melalui gerakan ini, Polres Lhokseumawe tidak hanya merayakan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga menanam harapan. Sebab ketika papan bunga perlahan memudar, pohon-pohon yang ditanam hari ini akan terus tumbuh, memberikan keteduhan, menghasilkan buah, menjaga keseimbangan alam, dan menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati adalah menghadirkan manfaat yang terus hidup bagi generasi mendatang.(*)

 

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait