LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH, membuka Festival Literasi 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe, Senin (2/11/2026). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari hingga Kamis (5/11/2026) tersebut bertujuan meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan anak-anak, remaja, pemuda, hingga masyarakat umum.
Pembukaan festival berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai peserta dan pengunjung yang menampilkan serta memperkenalkan karya masing-masing melalui stan pameran. Suasana semakin semarak ketika Wali Kota bersama Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, Sekretaris Daerah A. Haris, para asisten, kepala OPD, dan panitia berinteraksi langsung dengan anak-anak peserta festival.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota dan Bunda PAUD meluangkan waktu berdiskusi serta melakukan tanya jawab bersama anak-anak. Mereka juga memberikan bingkisan kepada peserta melalui kegiatan belajar sambil bermain.
Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, secara khusus mengajak sekitar 30 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk menumbuhkan minat dan kecintaan terhadap membaca sejak dini.
Ia juga mengajak anak-anak menjadikan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe sebagai pusat kegiatan literasi.
Melalui interaksi sederhana dan sesi tanya jawab, Yulinda memberikan motivasi tentang pentingnya membaca. Anak-anak diajak mengenal buku, berbagi pengalaman mengenai kebiasaan membaca, serta membangun keberanian untuk menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Bunda PAUD Kota Lhokseumawe dalam memperkuat budaya literasi anak usia dini. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan dukungan lingkungan keluarga, diharapkan kebiasaan membaca dapat tumbuh sejak dini sehingga anak-anak memiliki wawasan, kreativitas, dan rasa ingin tahu yang lebih luas.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe, Mirodiyatun Resi Nuridayati, S.Sos., MP, menjelaskan Festival Literasi 2026 berlangsung selama empat hari dengan berbagai agenda, mulai dari diskusi, pameran, kegiatan berkarya, lokakarya, hingga perlombaan.
Ia menyebutkan, pada hari pertama setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, pameran, dan aktivitas berkarya bagi peserta, termasuk pameran seni serta berbagai kegiatan literasi lainnya.
Pada hari kedua, agenda meliputi kegiatan berkarya, lokakarya (talkshow), pameran, dan perlombaan bagi anak-anak serta peserta lainnya.
Selanjutnya, hari ketiga diisi dengan bedah buku, lokakarya, berbagi pendapat, literasi membaca, diskusi, dan kegiatan berkarya.
Adapun hari keempat menjadi puncak kegiatan yang diisi dengan pemberian apresiasi kepada seluruh peserta sekaligus pengumuman pemenang berbagai perlombaan.
Menurut Mirodiyatun, festival tersebut diselenggarakan sebagai salah satu upaya meningkatkan budaya membaca dan literasi bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Lhokseumawe, mulai dari anak-anak, remaja, generasi milenial, pemuda, hingga masyarakat umum. (Muchlis)





