LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar Festival Pendidikan selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 April 2026, di Kampus Bukit Indah, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
Kegiatan bertajuk Communication Festival (COMFEST) 2026 ini mengusung tema “From Nusantara to The World: Koneksi Global, Warisan Lokal” sebagai upaya menegaskan pentingnya warisan lokal, pengetahuan lokal, nilai-nilai dan kearifan lokal sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan koneksi global.
Pada hari pertama 14 April 2026, dalam sesi Talkshow, pembawa acara (host) Yasir Arafat & Afifa Khairiyah dengan moderator Nasa Arifin, menghadirkan fasilitator (narasumer) Dr. Kamaruddin Hasan (Kuya).
Dalam paparannya Dr. Kamaruddin Hasan, membedah mulai dari konteks media konversional, konvergensi, multiplatform dalam era globalisasi digital. Konteks pengguna media utama generasi muda, regulasi negara sampai konten-konten berbasis warisan lokal, pengetahuan lokal, kearifan lokal, nilai-nilai Agama sebagai pondasi utama koneksi global sampai dengan peran media serta News anchor dalam era digital.
“saat ini, media baik media massa konvensional maupun media baru, utama media sosial, menjadi sangat strategis dalam membangun koneksi global sekaligus mempromosikan warisan lokal, pengetahuan lokal dan kearifan lokal”. Ujarnya
“Media tidak lagi sekadar alat penyebaran informasi, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang interaksi lintas budaya global yang memungkinkan nilai-nilai lokal tampil di panggung global.
Platform media sosial, streaming dan ekosistem digital membuka peluang bagi konten creator, influencer, komunitas lokal untuk memperkenalkan identitasnya secara lebih luas, autentik, lebih jujur, inklusif dan tentu lebih real, namun perlu dipahami bahwa dalam media sosial fungsi Teori Gatekeeping (gatekeeper) adalah pengguna itu sendiri”. Tambahnya
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, berkaitan dengan peran media, kearifan lokal dan peran News anchor. Beliau menjelaskan, “bahwa news anchor atau presenter tentu bertugas menyampaikan informasi secara objektif, jelas, menarik dengan berpedoman kode etik.
news anchor berperan sebagai wajah program media, mengendalikan jalannya siaran, melakukan wawancara, serta sering kali ikut menyusun materi berita”. Jelasnya
“dalam arus global yang begitu kuat, pemahaman terhadap perspektif lokal menjadi sangat penting.
Warisan lokal tidak hanya berupa artefak budaya, tetapi juga mencakup pengetahuan lokal, tradisi, kearifan lokal, nilai sosial yang senantisa dipraktik daalam kehidupan. Dalam hal ini perspektif lokal membantu membaca isu global secara lebih kontekstual, sehingga tidak terjadi bias atau dominasi narasi global yang seringkali mengabaikan realitas lokal.
Lanjut Kuya. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unimal, Awaludin Arifin, MIKom, didampingi Ketua HIMAKO Amru Dzauqi Panjaitan, Ketua Panitia M. Fathullah Abid Lubis dan sekretaris COMFEST Lisana Sidgin Aliya kepada zonamedia.co, Selasa (14/4/2026), menyampaikan bahwa tema festival selaras dengan visi program studi yang berorientasi pada keunggulan global berbasis potensi lokal. Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi, Subhani, MSi, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing mahasiswa.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Teuku Zulkarnaen, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi. “Tantangan generasi muda hari ini adalah bagaimana menghargai nilai-nilai lokal sebagai modal menghadapi dunia global,” kata Teuku Zulkarnaen.
Melalui festival ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga didorong untuk membangun perspektif global dengan tetap berakar pada nilai-nilai lokal sebagai identitas dan kekuatan utama. (*)





