Zonamedia. Co|ACEH JAYA — Anggota DPR RI Komisi V, , mengingatkan seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) agar tidak hanya hadir di tengah masyarakat saat momentum pemilu. Ia menegaskan, PKB harus menjadi jembatan yang konsisten menghubungkan aspirasi rakyat dengan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Ruslan saat membuka musyawarah cabang (Muscab) PKB di Aceh Jaya, Rabu, 15 April 2026.
“PKB lahir dari rahim ulama dan santri. Jangan kecewakan mereka,” kata Ruslan di hadapan kader.
Ia menekankan pentingnya kader menyerap aspirasi masyarakat secara menyeluruh, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Menurut dia, seluruh struktur partai—baik di DPRK, DPRA, hingga DPR RI—harus bekerja aktif memperjuangkan kebutuhan rakyat.
Ruslan juga membuka peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat bagi daerah yang tidak mampu membiayai pembangunan melalui APBK. Melalui skema APBN, kata dia, berbagai program seperti pembangunan jalan desa, penghubung antar-kecamatan, hingga infrastruktur irigasi dapat diupayakan, termasuk penyusunan detail engineering design (DED).
“Kalau daerah tidak mampu, bisa kita bantu lewat APBN. Itu memang tugas kami di DPR RI,” ujarnya.
Meski tidak berada di komisi yang membidangi pendidikan secara langsung, Ruslan mengklaim tetap dapat mendorong bantuan untuk sektor tersebut, termasuk dukungan terhadap siswa dan balai latihan kerja (BLK). Ia menyebut keberadaan kader PKB di berbagai komisi DPR RI memungkinkan koordinasi lintas sektor.
“Semua komisi ada kader PKB. Jadi bisa kita bantu lintas kebutuhan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Ruslan kembali mengingatkan kader agar aktif turun ke desa-desa dan dusun untuk menyampaikan program serta menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“PKB bekerja untuk rakyat. Datangi desa-desa, sampaikan salam kami,” ujarnya.
Kegiatan Muscab tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh daerah, antara lain anggota DPD RI, bupati Aceh Jaya, pimpinan partai politik, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).





