Zonamedia. Co|Aceh Utara, 28 Mei 2026— Iduladha selalu membawa pesan yang sama dari masa ke masa: tentang pengorbanan, keikhlasan, dan ketulusan berbagi kepada sesama. Namun di tengah perayaan hari besar umat Islam tahun ini, sebuah kisah kemanusiaan hadir memberi makna lebih bagi masyarakat Gampong Geulumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara,
Bukan sekadar bantuan seremonial, melainkan bentuk kepedulian tulus yang lahir dari pengalaman kemanusiaan dan diwujudkan melalui tindakan nyata.
Sosok di balik kisah tersebut adalah Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Dwi Fatan Lilyana. Perempuan yang mengemban amanah sebagai salah satu pimpinan perusahaan strategis nasional itu menyalurkan 1 ekor hewan qurban dari dana pribadinya untuk masyarakat gampong, sebuah langkah sederhana namun sarat makna.
Benih kepedulian itu berawal dari kunjungannya ke Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh, saat wilayah tersebut menghadapi bencana banjir besar pada 2025 lalu. Kondisi masyarakat yang ia saksikan secara langsung meninggalkan kesan mendalam, menghadirkan sebuah niat yang terus terjaga hingga akhirnya ditunaikan pada momentum Iduladha tahun ini.
Dengan penuh ketulusan, Dwi Fatan Lilyana menyerahkan 1 ekor lembu berbobot sekitar 130 kilogram yang kemudian disembelih dan didistribusikan menjadi hampir 100 paket daging qurban bagi masyarakat.
Yang membuat kisah ini terasa istimewa, kepedulian itu hadir tanpa didahului hubungan formal maupun agenda seremoni. Belum pernah ada pertemuan resmi ataupun silaturahmi khusus dengan masyarakat setempat, namun keinginan untuk berbagi justru tumbuh murni dari rasa empati dan panggilan kemanusiaan.
Prosesi penyembelihan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Perangkat gampong, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga warga berbaur menyaksikan hewan qurban yang tampak besar, sehat, bersih, dan gagah sebelum disembelih dan dibagikan kepada penerima manfaat.
Keuchik Gampong Geulumpang Sulu Timu, Wali Yunis, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur mendalam atas perhatian yang diberikan.
Kami mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Dwi Fatan Lilyana atas kepedulian dan ketulusan yang luar biasa ini. Bagi kami, ini bukan hanya bantuan qurban, melainkan bentuk kasih sayang dan perhatian yang sangat berarti. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau, melimpahkan kesehatan, keberkahan hidup, kemudahan dalam setiap langkah pengabdian, serta membalas segala kebaikan beliau dengan pahala yang berlipat ganda,ujarnya.
Sementara itu, Dwi Fatan Lilyana menyampaikan bahwa Iduladha menjadi momentum penting untuk merawat nilai empati, solidaritas, dan kemanusiaan.
Qurban mengajarkan kita bahwa berbagi bukan diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari ketulusan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama. Pengalaman saat berada di Aceh beberapa waktu lalu memberikan kesan tersendiri bagi saya. Semoga qurban ini dapat membawa kebahagiaan, mempererat persaudaraan, dan menjadi bagian kecil dari semangat saling menguatkan antar sesama, tuturnya.
Apresiasi juga datang dari kalangan generasi muda. Ketua KNPI Dewantara, Zulfazli, S.Sos.I, menyebut langkah yang dilakukan Direktur Pelindo tersebut sebagai teladan kepemimpinan yang mengedepankan nilai sosial dan kemanusiaan.
Kami memberikan penghormatan dan apresiasi kepada Ibu Dwi Fatan Lilyana yang dengan tulus menyisihkan rezeki pribadinya untuk masyarakat dan saudara-saudara kami yang membutuhkan. Ini adalah contoh nyata bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya hadir dalam ruang kebijakan, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Kami berharap langkah mulia ini dapat menjadi inspirasi bagi para pemangku kepentingan, pengambil kebijakan, dan berbagai elemen lainnya untuk terus menumbuhkan budaya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial di masa depan, kata Zulfazli.
Di balik hiruk pikuk dunia korporasi dan tanggung jawab besar yang melekat pada sebuah jabatan, kisah ini memperlihatkan satu hal penting: bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah, jarak, maupun status.
Ketika empati diterjemahkan menjadi aksi nyata, maka yang lahir bukan sekadar bantuan, melainkan jembatan harapan, penguat persaudaraan, dan energi kolaboratif untuk membangun Indonesia yang lebih berdaya, lebih peduli, dan lebih manusiawi.





