Penyerahan sertifikat tanah dari BPN ke Kodim diterima oleh Dandim Bireuen 17 Juni 2026, foto dok pribadi
BIREUEN — Tak semua pekerjaan seorang komandan terukur dari operasi militer atau latihan pasukan. Bagi Letkol Arh. Luthfi Novriadi, S.E., S.Sos., M.Han., M.Sc., salah satu pekerjaan yang paling menyita energi justru berada di balik meja-meja koordinasi dan tumpukan dokumen administrasi negara.
Kurang dari setahun sejak menjabat Komandan Kodim 0111/Bireuen pada Juli 2025, ia ikut mengawal penyelesaian hibah lahan milik TNI Angkatan Darat kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk pengembangan RSUD dr. Fauziah. Persoalan itu bukan perkara baru. Prosesnya telah dimulai sejak 2002, namun selama lebih dari dua dekade belum mencapai titik akhir.
Baru pada 7 Mei 2026, sertifikat hibah lahan itu resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen. Penyerahan dilakukan Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran di Pendopo Bupati Bireuen, disaksikan Letkol Luthfi bersama jajaran pemerintah daerah.
Meski keputusan hibah berada pada kewenangan pimpinan TNI Angkatan Darat melalui mekanisme pengelolaan Barang Milik Negara, proses di daerah memerlukan koordinasi yang panjang. Di titik itulah peran Dandim menjadi penting sebagai penghubung antara pemerintah daerah dengan struktur TNI di wilayah.
Luthfi mengawal komunikasi, membantu sinkronisasi tahapan administrasi, serta memastikan proses di lapangan berjalan hingga hibah yang tertunda lebih dari 20 tahun akhirnya dapat dituntaskan.
Latar belakangnya menunjukkan perpaduan pengalaman lapangan dan akademik. Lahir di Padang, Sumatera Barat, 2 November 1982, ia mengawali pendidikan di SMA Taruna Nusantara sebelum lulus dari Akademi Militer Angkatan 2004.
Karier militernya dimulai di Batalyon Arhanud 2 Kostrad, Malang. Dalam perjalanan karier, ia mendapat kesempatan mengikuti pendidikan militer di Australia dan Amerika Serikat.
Ia juga pernah mengemban tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Sudan, pengalaman yang memperluas perspektifnya dalam operasi militer multinasional.
Di bidang akademik, Luthfi termasuk perwira dengan rekam pendidikan yang panjang. Ia menyandang gelar Magister Pertahanan, Magister Ilmu Sosial, serta Master of Science dari Nanyang Technological University, Singapura.
Sebelum dipercaya memimpin Kodim 0111/Bireuen, ia menjabat Komandan Batalyon Arhanud 2 Kostrad dan kemudian Kadeptikstaf Pusdikarhanud Pussenarhanud di Cimahi, Jawa Barat.
Penugasannya di Aceh juga memiliki makna personal. Sang istri, drg. Indri Wahyuni, merupakan putri Aceh yang berprofesi sebagai dokter gigi PNS di Kementerian Pertahanan. Penempatan di Bireuen menjadi kesempatan bagi keluarganya untuk kembali ke tanah kelahiran setelah bertahun-tahun menetap di Malang.
Di tengah berbagai tugas teritorial yang diemban Kodim, penyelesaian hibah lahan RSUD dr. Fauziah menjadi salah satu capaian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tuntasnya proses tersebut membuka ruang bagi pengembangan rumah sakit milik pemerintah daerah yang selama ini terkendala status aset.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen, hibah itu menandai berakhirnya penantian selama lebih dari dua dekade. Sementara bagi Letkol Arh. Luthfi Novriadi, penyelesaian persoalan tersebut menjadi salah satu jejak awal kepemimpinannya di Kabupaten Bireuen—sebuah pekerjaan yang tidak banyak terlihat di lapangan, tetapi menentukan lahirnya kepastian hukum atas aset negara dan membuka jalan bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat.






